Bisikan antara orang-orang yang saling mencintai

Ketahuilah bahwasanya persaudaraan itu adalah nikmat dari Allah, anugrah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang sadiq. Karena itu, bersyukurlah kepada Allah atas nikmat tersebut dan jauhilah perbuatan maksiat , agar engkau tidak dijauhi dari nikmat tersebut.

Ketahuliah, bahwasanya kita semua adalah manusia biasa yang bisa berbuat salah dan berbuat benar. Saudarimu bukanlah orang yang maksum (terhindar) dari perbuatan salah.Ampunialah kesalahan_kesalahannya dan bersegeralah mengampuni dna memafkannya, karena kita tidak memiliki banyak waktu untuk menjauhi seseorang
Allah befirman dalam surat An-Nuur[24]:22 yang artinya

“dan hendaklah mereka memafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?
Ketahuilah, bahwasanya rasa persaudaran itu akan diuji ketika dalam kesulitan .jangan lah engkau berbicara, keculi hal yang benar. Ingatlah kebaikan saudari-saudari mu dan lupakanlah kesalahan-kesalahannya.
Ketahuilah, kunjungan mu kepada saudari mu adalah penybab timbulnya kecintaan Allah kepda kalian berdua. Niatkanlah kunjungan itu sebagai ketaatan kepada-Nya bukan hanya untuk membuang waktu sia-saia begitu saja.
Ketuliah bahwasanya do’amu kepda saudari mu akan diterima utukmu dan untuknya. Janganlah engaku memadamkan cahaya lampu-lampu mu.buat lampu lampu itu terusa bercahaya hingga hari kiamat.
Ketahuilah, bahwasanya rasa persaudaraan yang tulus adalah sebab terwujudnya kemenangan bagi kaum muslimin . Oleh karena itu peganglah erat-erat rasa persaudaraan itudan perkokohlah,serta berhati-hati dari godaan setan .
Terakhir, jadilah dirimu orang yang peka terhadap setiap kesedihan-kesedihan saudari-saudarimu berusahalah untuk terus merindukan berita tentang mereka hingga derajatmu bertambah tinggi ;dan para nabi ,shadiqqin,dan syuhada’menyambutmu dengan gembira.

PENDAPAT MEREKA TENTANG CINTA

“saudara kita lebih kita cinta daripada keluarga dan anak-anak kita SesungguhnyaKeluarga kita selalu mengingatkan
kita tentang kehidupan dunia,
sedangkan saudara-saudara kita selalu mengingatkan kita akan
kehidupan akhirat
Hasan bin Ali

“mana saudara yang salih? Sesungguhnya jika seseorang meninggal dunia, maka keluarganya akan membagi-bagikan harta warisan miliknya dan menikmati apa-apa yang ditinggalkanya adapun saudara yang salih akan menyendiri,karena sangat bersedih.
Dia sangat perihatin (mengingat)
Apa saja yang telah diberikan oleh saudaranya yang telah meninggaldunia itu kepadanya dan apa-apa yang telah dilakukannya untuk dirinya. Dia berdoa untuk saudaranya yang telah meninggal dunia itu digelap malam. Dia memohonkan ampunan untuknya ,padahal saudaranya itu telah berada didalam makamnya.
Orang Salih

“jika aku mendengar berita tentang kematian seorang saudaraku, maka aku merasa seolah salah satu anggota tubuhku ada yang hilang dari diriku.
AYub AS sahktiyani

Siapa saja yang tulus rasa persaudaraannya
Dengan saudarnya, maka dia akan menerima kekurangan saudaranya itu, menutupi keburuknya, dan memafkan kesalahan”
Imam Syaf’i
Cinta yang hakiki itu
Tidak semakin bertambah karena kasih sayang
Dan tidak semakin berkurang karena sikap dingin”
Imam LA-Bana

“sumber utama kekuatan adalah persatuan sedangkan persatuan tidak akan terwujud tanpa adanya rasa cintaImam al bana
“aku tidak akan menyelisihi saudaraku, Karena jika aku menyelisihi
Maka ada dua kemungkina yang terjadi aku kan berdusata kepadanya atau marah terhadap dirinya, padahal aku dapat melakukan hal yang lebih baik dari pada kedua sikap tersebut.
Abdurahman bin ali laila

Manisnya hidup tidak akan tersisa kecuali dalam tiga hal:
Banyak manusia mengalami berbagai macam peroblematika
Namun peroblemku di dunia ini Hanya mencari teman yang setia
Yaitu seorang yang setia sekata dengan ku Sejiwa dan sehati sahati satu langkah denganku
Bagai satu tubuh

Ibnu Ar-Rumi menggambarkan sosok teman sejati seperti berikut :
Manusia dan dunia iniPasti akan mengalami kekeruhan
Adakalnya tidak sedap dipandang mata
Adakalanya tidak enak dirasakan hati
Engkau menghendaki kesempurnaan hidup di dunia ini
Padahal engkau sendiri Penuh dengan kekurangan

Kau lihat seseorang yang dermawan
Bila terus-menerus memberi mu
Sebenarnya menymbunyikan keburukan Di balik kebaikanya
Dan kau lihat orang yagn kikir
Apabila tidak memberimu sebenarnya dia
Menyembunyikan kebikan dibalik keburukanya

Jika engkau bersahabat
Jadilah engkau pelayan bagi semua sahabatmu
Jadilah engkau seperti air tawar yang memberikan kesejukan bagi setiap teman yang kehausan


Jika saudara mu melakukan suatu kesalahan
Ingatlah seribu kebaikanya Engkau akan jumpai semua bencana didunia ini
Akan terasa mudah selain berpisah dengan teman yang setia

















malam ni ana sakit , dan mau pulnk kampunk tapi seblum pulang mau belajar dulu ......

KESUNYIAN

Kesunyian
telah lama menepi di jiwa
melingkupi relung kalbu ini
membayani hidupku
Kehampaan …
karena noda dan dosa
walau ku di puncak nan jaya
atau di keramaian


Allah…Allah ya Allah …
ulurkanlah tangan-Mu kepadaku
angkatlah daku dari sunyiku ini
yang terus berkepanjangan
Allah, Allah ya Allah
satukanlah hatiku dengan cinta-Mu
agar kedamaian yang kurasai
menyelimuti jiwa ini
Dihadapan-Mu Allah
kusingkapkan segala dosaku
dihadapan-Mu Allah
hamba bertaubat pada-Mu

HIASAN PERJUANGAN

Mentari berseri tersenyumlah langit
memuliakan hari bersama embun pagi
burung bernyanyi bunga bersemi
menyentuh hati
Seindah alam sedamai jiwa
yang dikilap iman yang bercahaya
suburkanlah perjuangan menegakkan Islam
Yakinilah …Allah pembela kita
bila kita berjuang di jalan-Nya
Harapkanlah … sinaran dari-Nya
agar menerangi iman di hati
seumpama mentari
Bila hati insan telah bersinar
dirinya tak akan merasa gentar
sebesar apapun rintangan
kan ditempuhinya …
Satukanlah … gerak dan langkah kita
dalam ukhuwah islamiyah
yang tiada goyah
Hindarkanlah …. segala perpecahan
agar perjuangan tak kenal pudar
hingga ke akhirnya
Marilah kita bersihkan
hati dan diri kita
hiasilah perjuangan … dengan akhlak mulia
menjadi tauladan … bagi setiap insan

HATI SEPUTIH AWAN

JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG.
JIKA HATI SEJERNIH AIR, JANGAN BIARKAN IA KERUH.
JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI IA DENGAN IMAN.

CINTA

Ya Aziz..........Jika Cinta Adalah Ketertawanan Tawanlah Aku Dengan Cinta Kepada-Mu
Agar Tidak Ada Lagi Yang Dapat Menawanku Selain Engkau
Ya Rohim..........
Jika Cinta Adalah PengorbananTumbuhkan Niat Dari Semua Pengorbananku
Semata-mata Tulus Untuk-Mu Agar Aku Ikhlas Menerima Apapun Keputusan-Mu
Ya Robbii..........
Jika Rindu Adalah Rasa SakitYang Tidak Menemukan MuaranyaPenuhilah Rasa Sakitku
Dengan Rindu Kepada-Mu Dan Jadikan Kematianku Sebagai
Muara Pertemuanku Dengan-MuYa Robbii..........J
ika Sayang Adalah Sesuatu Yang MempesonaIkatlah Aku Dengan Pesona-MuAgar Damai Senantiasa KurasakanSaat Terucap Syukurku Atas Nikmat Dari-Mu
Ya Alloh.........
.Jika Kasih Adalah KebahagiaanYang Tiada BertepiTumbuhkan Kebahagiaan Dalam HidupkuDi saat Kupersembahkan Sesuatu Untuk-Mu Ya Alloh..........
Hatiku Hanya Cukup Untuk Satu CintaJika Aku Tak Dapat Mengisinya Dengan Cinta Kepada-MuKemanakah Wajahku Hendak Kusembunyikan Dari-Mu
Ya Ar-Rahman.........
Dunia Yg Engkau Bentangkan Begitu LuasBagai Belantara Yg Tak Dapat KutembusDi Malam Yang Gelap GulitaAgar Tidak Tersesat Dalam Menapakinya
Ya Ar-Rahhim…….
Berikan Alas Kaki Buat Hamba Agar Jalan Yg Kutapaki Terasa Nikmat Meski Penuh Dengan Bebatuan Runcing & Duri Yang Tajam Hamba Sadar Semua Ini Milikmu Dan Suatu Saat Jika Kau Kehendaki Semuanya Akan Kembali Jua Kepada-MuHamba pasrahkan kehidupan hamba kepada-Mu.

ITIKAF

Dilautan hikmah kalamMU
lirih hatiku bergetar mengeja alif-lam-mimMU
ditelaga bijak IqroMU
angin malas bergerak
malam-malam serasa berhenti
diluas langit malamMU
lukisan bulan melengkung
bintang mengerjap
mengalunkan melodi harmoni
diantara kerlip cahaya
tangan kecil ini menengadah hanya padaMU
disetiap menit yang berlalu/2/
Ya Robbidada ringkih ini sesak
terguncang desah lantunan
bait-bait indah AsmaMUYa ilahi
KAUlah yang kuasa
penuhi segala pinta
mengharap KAU sudi teteskan rahmatMU
disepertiga akhir waktu yang merambat
disisa-sisa perjalanan melintasi bukit-bukit dan lereng kesemuan iniYa Gusti damai ini milikMU resapkan perlahan Ya Allohdisetiap bilah hatiku

Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia: Krisis Finansial Global, Tanda Makin Nyata Kehancuran Kapitalisme

Kantor Hizbut Tahrir Indonesia
Nomor: 142/PU/E/10/08
Jakarta, 11 Oktober 2008/12 Syawal 1429 H
PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Krisis Finansial Global, Tanda Makin Nyata Kehancuran Kapitalisme
Seperti telah ramai diberitakan, saat ini tengah terjadi keguncangan hebat di hampir seluruh bursa saham dunia, termasuk di Indonesia. Indeks saham melorot tajam. Sejumlah perusahaan keuangan raksasa dunia bangkrut. Perusahaan perkreditan rumah Fannie Mae dan Freddie Mac misalnya, yang memberi garansi utang senilai 5,3 trilyun dollar AS, yang meliputi separuh lebih dari utang perkreditan rumah di AS, pun ambruk. Pemerintah AS akhirnya terpaksa menyelamatkan dua perusahaan tersebut dengan menggelontorkan uang dari kas pajak warga negaranya sebesar 200 miliar dollar. Bukan hanya itu, Lehman Brothers, salah satu perusahaan investasi bank AS terbesar juga gulung tikar. Inilah akhir nasib bank terbesar dan tertua yang berdiri tahun 1844. Padahal di tahun 2007 Lehman masih melaporkan jumlah penjualan sebesar 57 miliar dollar, dan di bulan Maret lalu masih sempat dinyatakan oleh majalah Business Week sebagai salah satu dari 50 perusahaan papan atas di tahun 2008. Perusahaan investasi lain seperti Merril Lynch, yang bertahun-tahun sempat menjadi raksasa Wall Street, juga bernasib sama. Sementara AIG, salah satu perusahaan asuransi terbesar juga memohon untuk disuntikkan dana darurat sebesar 40 miliar dollar dari pemerintah AS untuk menghindari kebangkrutan total. Rentetan peristiwa ini dirangkum oleh majalah Wall Street Journal dengan kata-kata, ”Sistem keuangan Amerika terguncang hingga ke pusarnya.”
Akibat krisis itu, sejumlah institusi keuangan diperkirakan mengalami kerugian, di Amerika Serikat saja mencapai 300 miliar dollar AS, sementara di negara-negara lain diperkirakan 550 miliar dollar AS. Sejumlah negara, khususnya negara kaya, termasuk Amerika Serikat mulai menggelontorkan dana miliaran dollar ke pasar modal untuk menopang pasar dan mem-backup likuiditas agar bisa menggerakkan aktivitas ekonomi. Bahkan, sebagian ada yang melakukan intervensi langsung sampai pada level menasionalisasi sebagian bank, sebagaimana yang terjadi di Inggris. Dengan kata lain, sistem ekonomi Kapitalis benar-benar telah mati suri, setelah sistem Sosialisme-Komunisme benar-benar terkubur.
Berbagai langkah juga telah dilakukan secara global. Empat negara besar Eropa, Perancis, Jerman, Inggeris dan Italia segera mengadakan pertemuan, dan mengundang pertemuan lebih luas untuk mengkaji sistem moneter. Begitu juga menteri-menteri keuangan dan para pimpinan bank sentral yang tergabung dalam G-7 atau G-8 ditambah Rusia mengadakan pertemuan di Washington. Namun, apakah upaya-upaya ini akan bisa menyelamatkan ekonomi kapitalis, sebagaimana istilah yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk menyebut langkahnya itu dengan istilah “Rancangan Penyelamatan”?
Sebenarnya sistem ekonomi kapitalis saat ini tengah berada di tepi jurang yang dalam, jika belum terperosok di dalamnya. Semua rencana penyelamatan yang mereka buat tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan, kecuali hanya menjadi obat yang meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab kehancurannya berpangkal pada akarnya, bukan hanya robek di dahan-dahannya. Yakni:
Pertama, dengan menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang, dan dimasukkannya dollar sebagai pendamping mata uang dalam Perjanjian Bretton Woods, setelah berakhirnya Perang Dunia II, kemudian sebagai substitusi mata uang pada awal dekade tujuhpuluhan, telah menyebabkan dollar AS mendominasi perekonomian global. Akibatnya, goncangan ekonomi sekecil apapun yang terjadi di AS pasti akan menjadi pukulan yang telak bagi perekonomian negara-negara lain. Sebab, sebagian besar cadangan devisanya, jika tidak keseluruhannya, dicover dengan dollar yang nilai intrinsiknya tidak sebanding dengan kertas dan tulisan yang tertera di dalamnya. Setelah Euro memasuki arena pertarungan, baru negara-negara tersebut menyimpan cadangan devisanya dengan mata uang non-dollar, meski dollar tetap saja memiliki prosentase terbesar dalam cadangan devisa negara-negara tersebut secara umum.
Karena itu, selama emas tidak menjadi cadangan mata uang, maka krisis ekonomi seperti ini akan terus terulang. Sekecil apapun krisis yang menimpa dollar, maka krisis tersebut akan dengan segera menjalar ke perekonomian negara-negara lain. Kondisi seperti akan menimpa uang kertas negara manapun yang mempunyai kontrol terhadap mata uang negara lain.
Kedua, hutang-hutang ribawi (bunga berbunga) telah menciptakan masalah perekomian yang besar, hingga kadar hutang pokoknya menggelembung seiring dengan waktu, sesuai dengan prosentase bunga yang diberlakukan kepadanya. Akibatnya, ketidakmampuan individu dan negara dalam banyak kondisi menjadi problem yang nyata. Sesuatu yang menyebabkan terjadinya krisis pengembalian pinjaman, dan lambannya roda perekonomian, karena ketidakmampuan sebagian besar kelas menengah dan atas untuk mengembalikan pinjaman dan melanjutkan produksi.
Ketiga, sistem yang digunakan di bursa dan pasar modal, yaitu jual-beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komoditi yang bersangkutan, bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali, tanpa harus mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli, adalah sistem yang jelas telah menimbulkan masalah, bukan sistem yang bisa menyelesaikan masalah, dimana naik dan turunnya transaksi terjadi tanpa proses serah terima dan tanpa dasar yang riil, bahkan tanpa adanya komiditi yang bersangkutan. Semuanya itu memicu terjadinya spekulasi dan goncangan di pasar. Begitulah, berbagai kerugian dan keuntungan terus terjadi melalui berbagai cara penipuan dan manipulasi. Semuanya terus berjalan dan berjalan, sampai terkuak dan menjadi malapetaka ekonomi.
Disamping itu, adanya produk derivativasi (turunan) – seperti obligasi kolateral dari hutang (collateralised debt obligations), obligasi hutang pembelian rumah (mortgage debt obligations), penukaran kredit jatuh tempo (credit default swaps) – yang semuanya merupakan sumber terjadinya kegagalan kredit makin memperumit keadaan. Filsafat pemikiran yang mendasari pertumbuhan derivativasi adalah asumsi teoritis bahwa resiko bisa dipindahkan ke lembaga lain yang mampu mengatasinya. Pada prakteknya, derivativasi tidak lain adalah bentuk senjata keuangan penghancur massal. Semua lembaga yang akhirnya bangkrut termakan oleh asumsi tersebut dimana mereka berharap mengambil keuntungan dengan mentransfer resiko ke lembaga lainnya. Yang terjadi adalah mereka justru menumpuk sebatas kertas-kertas tidak bernilai yang memicu timbulnya kerugian yang sangat besar. Ini semua membuka kedok Kapitalisme yang mempromosikan praktik-praktik keuangan semacam ini.
Memang, berbagai pakar dan analis mengurai berbagai alasan yang melahirkan krisis yang terjadi, misalnya peraturan yang longgar, tidak adanya transparansi, kinerja perusahaan yang menilai resiko dan juga sekuritas pinjaman sub-prime yang kompleks. Meskipun faktor-faktor tersebut memang memberikan kontribusi kepada krisis, penfokusan hanya pada faktor-faktor itu justru akan mengesampingkan isu yang jauh lebih besar dan tidak akan mengambil pelajaran dari krisis yang terjadi sebelum krisis yang terakhir.
Krisis yang terakhir, sebagaimana krisis sebelumnya selama 200 tahun terakhir sebenarnya memiliki pola yang mirip, sebagaimana proses terjadinya suatu gelembung, yang membesar, dan kemudian meletus. Ironisnya, orang-orang yang berpartisipasi dalam pembentukan gelembung justru baru menyadari betapa tidak rasionalnya tindakan mereka setelah mengalami pecahnya gelembung. Ada empat tahap terjadinya gelembung ekonomi (bubble economy):
Pertama, pengembangan atau inovasi teknologi atau produk. Bila di masa lampau dahulu pengembangan dan inovasi produk dilakukan seperti dengan pembangunan jaringan kereta api, telekomunikasi, perkapalan, dan perusahaan internet dotkom, kini ”inovasi produk” juga dilakukan dalam industri keuangan, yang intinya sebenarnya hanya memainkan riba dan spekulasi (judi).
Kedua, pemasaran produk dengan intensitas tinggi pada masyarakat dengan janji bahwa produk atau inovasi tertentu akan mengubah cara dan gaya hidup secara luarbiasa, yang intinya sebenarnya hanya menawarkan harapan yang didasarkan pada kepercayaan rapuh.
Ketiga, terbentuknya pola perdagangan spekulatif, yang mulai mengenyampingkan akal sehat, mendorong akselerasi pembesaran gelembung. Semua orang dari berbagai latarbelakang ikut-ikutan terjun dalam perdagangan ini. Masyarakat dan para pakar pun dicekoki dengan jaminan bahwa pasar tidak akan jatuh, dan bahwa situasi yang ada berbeda dan tidak akan mengulang krisis sebelumnya. Jaminan seperti ini diikuti dengan adanya ‘inovasi’ keuangan seperti pengembangan produk sekuritas yang kompleks (obligasi hutang kolateral, dimana hutang seseorang dijual kepada pihak ketiga hingga berkali-kali guna mengurangi dan menyebarkan tingkat resiko). Praktik inovasi ini dianggap sebagai revolusi keuangan. Sekali lagi industri keuangan berusaha meyakinkan publik bahwa ’saat ini adalah saat yang berbeda, dasar pemikirannya jauh lebih solid’.
Keempat, timbulnya kesadaran bahwa inovasi baru yang ditawarkan secara gencar ternyata tidak sebaik yang diharapkan. Uang atau modal yang telah terinvestasi, dan ikut membantu pembesaran gelembung pada tahap sebelumnya, ternyata tidak berhasil menghasilkan keuntungan yang telah dibayangkan sebelumnya. Pada titik ini, gelembung pun pecah dan akibatnya benar-benar melahirkan bencana. Ekses ekonomi telah melahirkan Depresi Besar di tahun 1920an, dan meletusnya gelembung Dotkom ketika perusahaan Dotkom mulai bangkrut karena janji-janji mereka untuk menghasilkan keuntungan ternyata perlu waktu 50 tahun. Ambruknya perusahaan peminjaman hutang pembelian rumah (subprime mortage) pada bulan April 2007 juga berawal dari informasi, bahwa pasar penjualan rumah di AS memiliki fondasi yang kuat.......BacaSelanjutnya......

Fikrul Mustanir 12

Fikrul Mustanir 12


Don't you know?That I caress you,As gentle, tender breeze.Guarding you and feeling you,I wish you felt it too!Don’t you know?That I cried for youAnd brewed up a storm in rageInnocent punished, naught accomplishedAbsurd things I do!Don’t you know?That I knew you wellI coursed through you like veins,What’s in you, your heart and soul?None but me can tell.Don’t you know?That I miss you tooNow that I leave for the seaBecause, my love, I’m eroding you.Goodbye is the best for you.Don’t you know?That I think of youThoughts! Deep as in the sea.But I surface and evaporate,Just to come back to you.Don’t you know,That I am always there !As wind, as rain, as river and sea .Oh mighty Mountain! You'll never know,Who I am or what's in me!


Harun Yahya: Muslim Indonesia Bersiap Jemput Masa Keemasan 2008-09-13 09:27:25
ISTANBUL -- Cendikiawan Turki Dr. Adnan Oktar yang kondang di dunia dengan nama pena Harun Yahya menyatakan, Muslim Indonesia agar menyiapkan diri menjemput masa keemasan yang datang sepuluh tahun ke depan."Asal anda bersatu, tidak terpecah-pecah, Insya Allah kebangkitan Islam di Asia akan berpusat di Indonesia. Kami di Turki akan mendorong 'renaissance' (kebangkitan kembali) yang sama di Eropa," katanya dalam wawancara khusus dengan Antara di kediamannya, pinggiran selat Bhosporus, Istanbul, Turki, Sabtu.Harun Yahya adalah cendekiawan Muslim yang dihormati dan punya andil besar dalam perjuangan Islamisasi dalam masyarakat Turki yang sekuler.Ia dianggap tokoh yang mengantarkan kemenangan Partai Keadilan dan Kesejahteraan (AKP) dalam Pemilu di Turki dan keberhasilan Abdullah Gul menduduki kursi orang nomor satu di negara sekuler itu. Abdullah Gul meraih suara mayoritas dari parlemen yang memang didominasi AKP.Ini dianggap sejumlah kalangan sebagai awal era Islamisasi Turki yang dalam kurun waktu lama sangat kuat memegang sekularisme.Terhitung, sejak ambruknya Khilafah Islamiyah Turki pada 1924, negeri itu menjadi simbol sekulerisme dipelopori pendirinya, Mushtafa Kamal Ataturk. "Islam sudah bangkit di Turki dan tentu saja di Indonesia," katanya.Harun pernah datang ke Indonesia dua tahun lalu dalam Konferensi Cendikiawan Muslim dunia dan melihat perkembangan pemahaman dan pelaksanaan Islam yang makin kuat di Indonesia.Semarak agama dan ibadah sangat terasa, namun dari segi-segi kepartaian dianggap terlalu banyak partai yang berlabel Islam. "Sekarang kehidupan partai di negeri anda nampak masih berkaum-kaum, nanti Insya Allah akan fokus bersatu," kata Harun Yahya yang menulis ratusan buku dan DVD tentang Islam dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Situs yayasannya bahkan dikunjungi lima juta orang setiap bulan.Ia menekankan pentingnya kaum Muslim di Indonesia, Turki atau di mana pun untuk berjuang menggapai kekuasaan melalui cara-cara demokratis lewat Pemilu, bukan dengan kekerasan, anarki, apalagi terorisme. "Prinsip Islam itu sejalan dengan demokrasi. Mari berjuang dengan cara (demokrasi) ini," nasihatnya.Dalam 10 tahun yang akan datang, lanjutnya, Islam akan bangkit setelah terpuruk akibat serangan 11 September 2001.Islam yang "Rahmatan Lilalamin" sudah dibajak oleh radikalisme Taliban dan Al-Qaeda. "Mereka bukan representasi Islam. Mayoritas Muslim adalah moderat dan cinta damai. Terorisme dan kekerasan bukan jiwa Islam," katanya. Tapi radikalisme dan terorisme, justru membuat fobia Islam (ketakutan pada Islam) meningkat di Eropa dan negara Barat.Ia mengatakan model pemerintahan masa kekuasan Otoman 500 tahun lalu bisa mengakhiri fobia Islam dan paranoia di Barat terhadap Islam dan kaum Muslimin. Kesultan Otoman (Usmaniyah), katanya, sangat toleran terhadap warga Kristen dan Yahudi selama berabad-abad masa kekuasaannya.Indonesia dan Turki bisa berperan penting dalam menepis isu terorisme dan Islamophobia di Barat, dan harus berkampanye mencegah prasangka buruk dan pemahaman yang salah tentang isu-isu itu. "Misi kita adalah agar Barat bisa memahami Islam yang sebenarnya dan tidak salah faham terhadapnya," demikian Dr. Harun Yahya. (ant/ah)

Renungan;SAHABAT, KITA TELAH DIPERSATUKAN.....!!!!!

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam yang mengatur semua urusan makhluk-Nya. Dialah yang memberikan kerajaan kepada orang-orang yang dikehendaki dan mencabut kerajaan dari orang-orang yang dikehendaki. Dialah Allah yang hanya kepadanya kita berserah diri dan kepadanya kita kembali. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan pada junjungan kita, Rosul Allah SAW dan juga kepada keluarga, sahabat, serta pengikutnya yang istiqomah hingga akhir zaman.
Saudaraku, sudah lama rasanya kita tidak bertemu, tapi kerinduan ini tidak selamanya harus dibayar dengan pertemuan, karena pertemuan juga terkadang tidak dapat menghapus kerinduan ini. Kerinduan yang syarat dengan harapan bahwa Allah masih menyatukan hati kita, langkah kita dengan denyut nadi kita dengan nada yang sama yaitu Al-Islam. Kerinduan yang sarat dengan harapan bahwa kita masih saling memiliki dan saling membutuhkan. Kerinduan yang mungkin hanya terbayar dengan pertemuan dalam doa yang tulus dan ikhlas.
Saudaraku, begitu banyak corak yang kita gambarkan sebelum kita sampai pada kenikmatan yang hakiki ini. Begitu banyak borok ditubuh kita saat itu, sehingga tak pantas rasanya bibir kita mengucap: Yaa Rabb...... apalagi untuk menengadahkan tangan memohon pertolongan, ampunan, atau sekedar meminta tambahan rejeki untuk memuaskan nafsu duniawi, terlalu kotor rasanya. Kalau saja Allah tak bermurah hati mengulurkan kasih sayang-Nya pada kita sehingga kita dapat membersihkan diri, mungkin bibir kita masih berkomat-kamit berucap: Yaa Robbi......., sementara borok maksiat ditubuh kita semakin bertambah banyak.
Nikmat Islam, Iman, dan Nikmat dipertemukannya kita dalam hidayah sebagai saudara se-Aqidah adalah satu dari jutaan bahkan miliaran karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita. Saudaraku, apabila Allah membukakan bagi kita sebuah pintu kenikmatan maka bukakanlah bagi-Nya pintu ibadah karena ibadah dapat melindungi kekalnya nikmat, sedangkan perbuatan maksiat akan dapat melenyapkan kenikmatan.
Saudaraku, Islam tidak akan memperoleh keuntungan dengan masuknya salah seorang dari kita dan Islam tidak akan dirugikan dengan keluarnya salah seorang dari kita. Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihi ketinggiannya, bukan kita yang membuatnya tinggi, tetapi kitalah yang seharusnya dapat mencapai ketinggian serta keagunganya denga iman, hijrah dan jihad. Jangan jadikan Islam bagai layang-layang dan kita sebagai pemainnya yang terus menerus mengulur benang sehingga semakin jauh jarak antara kita dengannya. Dan janganlah kita jadikan Islam sebagai mimpi indah, karena Islam bukanlah angan-angan kosong.
Saudaraku, jadikanlah Islam sebagai cermin yang apabila kita melihatnya maka kita melihat diri kita sendiri karena Islam telah menjadi bagian dari kita dan kita adalah bagian dari keagungan Islam.
Saudaraku, karena Islam pulalah kita dipertemukan untuk saling melindungi, saling menyayangi dan saling mengingatkan. Nikmat apalagi yang akan kita dustakan, setela kita merasakan manisnya nikmat persaudaraan ini? Saudaraku, bukankah kita satu raga, yang jika sebagiannya sakit maka sebagian yang lain juga akan merasaka sakit? Bukankah kita satu tubuh, yang seandainya satu tangan kita terluka, maka tangan yang lain akan membantu membalut luka itu dan mengobatinya?
Saudaraku, jika suatu saat kita menemukan ’aib pada diri saudara kita maka tutupilah aib itu dari penglihatan, penciuman dan pendengaran orang lain. Semua itu kita lakukan, tidak lain karena kitapun memiliki kekurangan. Bukankah orang yang menutupi aib saudaranya maka Allah akan menutup aibnya di yaumul akhir kelak?
”Hai Orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang”. (QS. Al-Hujurat ayat 12)
Saudaraku, ayat ini turun berkenaan dengan Salman ra yang mempunyai kebiasaan tidur dan mendengkur sehabis makan, lalu hal ini dibicarakan oleh sahabat-sahabat yang lain. Mungkin, bagi kita hal ini hanyalah masalah yang kecil dan sepele. Tetapi Allah menyamakan hal ini dengan memakan daging saudaranya yang telah mati, na’udzubillahi min dzalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari hal yang sedemikian itu dan dari prasangka-prasangka buruk terhadap orang-orang yang beriman.
” Yaa Rabb kami, beri ampunanlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang beriman. Yaa Rabb kami, sesungguhnya Engkau maha penyantun lagi maha penyayang”. (QS. Al-Hasyr ayat 10)
Saudaraku, kadang melihat kekurangan pada diri sendiri jauh lebih sulit dari pada melihat kekurangan pada diri orang lain. Ibaratnya seperti luka dipunggung yang tak terlihat oleh mata tapi sebenarnya luka itu ada dan perlu diobati sebab akan menggerogoti tubuh kita. Seorang saudara yang baik, jika ia melihat luka itu maka ia akan membantu mengobatinya agar tidak bertambah parah dan agar terjaga dari penglihatan orang lain. Sembuh tidaknya luka itu bukanlah tanggung jawab kita, yang terpenting adalah kita telah berusaha mengobatinya dan usaha itu akan mendapat nilai disisi Allah SWT. Tidak ada kata bosan untuk terus menerus memberi obat yang manjur yang dibuat dari ramuan ayat-ayat Allah dan Hadits-hadits Rosul-Nya, serta diberikan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang. Sudahkah kita memaksimalkan kemampuan kita untuk itu? Ataukah kita tumbang ditengah jalan lantaran usaha yang kita lakukan tidak memperoleh hasil sebagaimana kita harapkan? Suatu saat, jika kita yang terluka, tentunya kitapun menginginkan ada seorang saudara yang membantu mengobati kita dengan cara yang baik pula. Sungguh betapa indahnya persaudaraan ini....!!!!!
Saudaraku, ujung lidah lebih tajam dari pada ujung tombak, karena luka akibat ujung lidah lebih sulit hilang dan disembuhkan dari pada luka akibat ujung tombak. Rosul mengingatkan kita: ”Barang siapa yang menyebut-nyebut seseorang dengan sesuatu yang jelek dengan maksud menghinanya, maka Allah akan memenjarakan ia dalam api neraka jahannam sehingga ia dapat membuktikan apa yang ia katakan”. (H.R. Thabrani). Oleh karena itu, jagalah lidahmu karena ”Setiap muslim dengan muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya dan harga dirinya” (H.R. Muslim). Sungguh betapa mulianya persaudaraan ini....!!!!!
Saudaraku, ombak dilautan begitu dahsyat. Sanggupkah kita menghadapinya jika bahtera kita sendiri rapuh dan berlubang, apalagi jika lubang itu bukan karena hantaman dan deburan ombak, tapi karena hantaman palu-palu kita sendiri. Berat rasanya! Karena itu saudaraku, jadilah nahkoda yang baik jika engkau seorang nahkoda, jadilah kelasi yang baik jika engkau seorang kelasi atau jadilah engkau penumpang yang baik jika engkau seorang penumpang. Insya Allah, bahtera kita akan selamat sampai tujuan. Billahii fii sabilil Haq.

CAHAYA

Dalam dekap malam yang kelam, berselimut kabut pekat menyengat

DIA ADA


Dia ada, hati-hatilah.....!
Wahai orang yang berjiwa Ikhlas!
Yang dengan keyakinan membantu, hanya menyeru-Nya....
Yang dengan ketegaran membaja, hanya menetapi-Nya....
Yang dengan beribu alasan, tetap memusatkan diri kepada-Nya....
Sungguh jalan menujunya, terjal dan berbatu-batu....
Mungkin keteguhanmu, bisa membebaskan dirimu dari tantangan di luar dirimu!
Mungkin ketabahanmu, bisa menghindarkan dirimu dari ketakutan, khawatir dan keraguan!
Mungkin kesabaranmu, bisa menahanmu untuk tabah menahan siksa dan derita!
Mungkin kekuatanmu, bisa menangkis segala cacian, kecaman dan kekejaman ini!
Mungkin........... Mungkin,,,,,,,,,,
Mungkin..........
Mungkin..............

Mungkin engkau bisa menahan dirimu dari semua itu....
Tetapi, wahai jiwa yang senantiasa mencintai-Nya!
Hasrat hati, harga diri dan segala yang berlindung dibalik kata;
- ”KEPUASAN” -
Mungkin tidak kau sadari, bahwa ia seringkali menjadi musuh laten antara kita kepada-Nya....
Ia adalah musuh yang BIAS tapi jelas, maka renungkanlah!
Ia adalah ancaman besar yang sulit teraba tapi ada, maka hati-hatilah!
Ketahuilah olehmu; jiwa yang senantiasa membalut diri dengan Rindu-Nya!
Betapa banyak kegagalan.... Beatapa banyak kehancuran
Karena sebab; KEPUASAN, SANJUNGAN, KESOMBONGAN!
Wahai jiwa yang iklas! Tetapkan dirimu, yakinkan dirimu,
Teguhkan dirimu, pusatkan dirimu....

Hanya pada-Nya....!
Hanya pada-Nya....!